Tampilkan postingan dengan label merawat kucing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label merawat kucing. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 April 2010

Alasan Mengapa Rasulullah Sangat Menyukai Kucing (Info Penting Seputar Kucing)

Banyak kisah-kisah tentang kucing (karena kucing memang binatang yang banyak berkeliaran disekitar manusia). Bahkan Rasul juga memiliki kucing peliharaan. Setiap Rasul menerima tamu di rumah, Rasul SELALU ngegendong Mueeza (nama kucingnya) dan diletakkan dipahanya. Rasul bahkan berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan layaknya menyanyangi keluarga sendiri.

Salah satu sifat Mueeza yang paling Rasul sukai:
‘Mueeza selalu mengeong ketika mendengar azan, seolah-olah ngeongnya seperti ngikutin lantunan suara adzan‘

Terus, pernah juga saat Rasul mau mengambil jubahnya, eh.. ada Muezza lagi bobo diatasnya.. Rasul pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya, tujuannya supaya gak ngebangunin Muezza.

Pas Rasul pulang ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk kepada majikannya. Sebagai balasan, Rasul menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan kucing itu.

Rasul menekankan di beberapa hadisnya bahwa kucing itu tidaklah najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci.

Lantas kenapa Rasulullah Saw yang buta baca-tulis, berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Rasul mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?

Fakta-fakta ilmiah keistimewaan pada KUCING

Fakta pertama: Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.

Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya.

Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar dapat membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.

Fakta kedua: Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dari berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor.

Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan.
Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.

Hasil yang didapatkan adalah:

1. Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang.
2. Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.
3. Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.
4. Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.
5. Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.

Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium, menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.

Fakta ketiga: Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih dari manusia.

Bahkan di zaman dahulu kucing dipakai untuk terapi. Dengkuran kucing yang 50Hz baik buat kesehatan, selain itu mengelus kucing juga bisa menurunkan tingkat stress
Komentar Para Dokter yang Bergelut dalam Bidang Kuman

Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing. Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.

Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing, selanjutnya manusia 1/4 anjing, sedangkan kucing 1/2 manusia. Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme.

Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll). Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekat dengan air. Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.

Sisa makanan kucing hukumnya suci
Hadis Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu.
Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.

Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.”

Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?”

Ia menjawab, “Ya.”

Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Rasul SAW prnh bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),”. (HR At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Rasul Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah.

Lalu, beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.”

Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Rasul menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Rasul berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.

Rasul ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”

Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya.

Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur. Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya.

Rasulullah Saw bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing. (HR AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni)

Hadis ini diriwayatkan Malik, Ahmad, dan Imam hadis yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya suci.

Lihat begitu luar biasanya kucing itu, bahkan sampe jadi hewan peliharaan kesayangan Rasul. Namun sayangnya banyak sekali dari kita yang berpandangan negatif seputar binatang ini, ada yang mengatakan kucing dapat menyebabkan asma karena bulu-bulunya, ada juga yang bilang kucing terinfeksi toxoplasma.

Padahal kalau teliti lebih lanjut, toxoplasma itu adalah sejenis bakteri yang dapat hidup dibinatang apa saja. Catatan dalam penelitian ilmiah para peneliti, Anjing dan Babi adalah rekor terbanyak hewan yang mengandung penyakit ini. Tapi kenapa, justru kucinglah yang dijadikan kambing hitamnya?

Toxoplasma berasal dari infeksi parasit Toxoplasma Gondii. Adapun penularannya pada manusia melalui empat cara yaitu:

1. Secara tidak sengaja memakan makanan yang tercemari parasit ini. Misalnya kita makan sayuran yang tidak dicuci bersih dan ternyata parasit toxo telah mencemarinya.
2. Memakan daging sapi, kambing, babi, ayam, babi atau anjing yang mengandung parasit toxo yang tidak dimasak dengan sempurna (matang).
3. Infeksi melalui placenta bayi dalam kandungan.
4. Seorang ibu hamil yang terinfeksi toxoplasma bisa menularkan parasit ini pada janin yang dikandungnya, penularan ini disebut penularan secara congenital.
5. Melalui transfusi darah, transplantasi organ dari seorang donor yang kebetulan menderita toxoplasmosis.

Toxoplasma bisa menyerang perempuan maupun laki-laki. Sesungguhnya tak hanya kucing yang bisa terinfeksi parasit Toxoplasma, karena semua hewan berdarah panas (unggas dan mamalia) sebenarnya juga bisa terinfeksi sebagai induk semang perantaranya (Intermediate host).

Parasit dari intermediate host dapat menular hanya jika kita MENGKONSUMSINYA. Bedanya dengan kucing, Toxoplasma menyelesaikan keseluruhan siklus hidupnya di usus halus kucing, dan akan dikeluarkan bersamaan dengan feces atau kotorannya.

Mungkin karena alasan inilah maka kucing menjadi tersangka utama toxoplasma bagi sebagian kita. Sementara sapi, kambing, ayam, anjing dan hewan lainnya tidak, meski sama-sama punya “bibit” Toxoplasma di tubuhnya.

Tips untuk Menghindari Toxoplasma:

1. Sediakan pasir atau tempat kotoran untuk kucing dan sebaiknya dibersihkan setiap hari. Nah kita juga harus rajin bersih-bersih, lagian kucing kalau mau pup dipasir SELALU dikubur, karena kucing itu sendiri adalah hewan yang pemalu. Malah sebenarnya kalau gak ada pasir atau tanah, kucing akan menahan pup sekuat tenaga, kalau bener-bener udah gak tahan, terpaksanya pup di pojokan. Makanya sediakanlah lahan pasir buat kucing
2. Cegahlah kucing agar tidak berburu tikus, burung, lalat dan kecoa (kasih makan makanan yang bersih, matang dan layak).
3. Jangan memberi makan hewan peliharaan dengan daging, jeroan, tulang dan susu mentah, sebelum di masaklah terlebih dahulu.
4. Setelah mencuci daging mentah sebaiknya cuci tangan dengan sabun agar tak ada parasit yang tertinggal di tangan.
5. Cucilah tangan dengan sabun setiap kali hendak makan.
6. Hindari memakan daging mentah atau setengah matang. Makanlah daging yang benar-benar telah dimasak sampai matang.
7. Cuci bersih sayur-mayur dan buah-buahan yang hendak dikonsumsi mentah sebelum dimakan (dilalap).
8. Untuk ibu-ibu hamil, sebaiknya tidak membersihkan tempat kotoran kucing ataupun mencuci daging ataupun jeroan selama masa kehamilan. Mintalah bantuan orang lain untuk mengerjakannya.
9. Untuk ibu-ibu yang berencana untuk hamil sebaiknya melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui ada tidaknya infeksi Toxoplasma.
10. Jika anda memelihara kucing, latihlah dari kecil kucing tersebut dengan membiasakan buang kotoran pada tempatnya.

Sedangkan khusus untuk ASMA, orang biasa mengait-ngaitkannya akibat dengan bulu-bulu kucing. Padahal belum tentu demikian.

Asma adalah suatu keadaan di mana saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan, penyempitan ini bersifat sementara. Penyakit ini salah satunya dikarenakan kelainan di paru atau di jantung yang bersifat keturunan (biasanya sejak kecil gejalanya sudah mulai tampak).

Khusus asma yang disebabkan kelainan di paru-paru saja, ada yang bersifat intrinsik (dalam tubuh sendiri), dan ekstrinsik baik psikosomatitik (dipacu beban psikis tertentu) maupun non-psikosomatitik – biasanya mirip penderita alergi (tak tahan atau salah tanggapan sistem imun). Dari analisa kemungkinan jenis dan penyebab sesak, tentulah yang bersifat ekstrinsik yang dapat sembuh dengan menghindari atau menetralisir pencetus timbulnya serangan asma.

Jadi orang yang kambuh asmanya itu bukan hanya karena bulu kucing, tetapi bisa juga karena debu, sesak dalam keramaian, stress, asap, serbuk bunga, udara dingin, olahraga, dll. Sebenarnya bulu kucing hanyalah menjadi PEMICU, sama seperti faktor-faktor yang lain.

Semoga tulisan ini bisa memberikan pengetahuan kepada kita semua seputar kucing...terutama para catlover dimana saja...(^_______^)

Read More......

Jumat, 29 Agustus 2008

Beberapa Tips Merawat dan Melatih Kucing


Hobby, bisa apa saja, dari mulai mengkoleksi barang favorit, olah raga, merawat tumbuh-tumbuhan, baca, nulis, atau memelihara binatang kesayangan.


Saya sudah lama menyukai kucing, sekarangpun saya memiliki 7 ekor kucing di rumah saya (heuheu, cita-cita punya peternakan kucing dan cat care center tampaknya segera terwujud;p)

tentunya segala macam pengalaman dalam memelihara kucing-kucing itu sudah saya alami.


Mungkin banyak di luar sana juga yang sangat menyukai kucing seperti saya, dan tidak sedikit juga yang memeliharanya di rumah. Nah, tampaknya ga asing lagi kan sama masalah seperti :

- si kucing 'poop' dimana saja

- memilih makanan yang tepat buat si kucing

- mempercantik kucing (memandikan, membersihkan, dll)

- mengobati si kucing jika sakit

- sampai memberikan tindakan medis (memvaksinasi, mensterilisasi, dll)

dan masih sangat banyak sekali...


saya sendiri sekarang masih sering menemui kendala-kendala di atas. Makanya saya ga bosen untuk selalu mencari tau jalan keluarnya.

Memang sih semua hobby pasti mengandung resiko, mulai dari membuat kantong kembang kempis, sampai ke alasan kesehatan, termasuk memelihara hewan kesayangan, contohnya kucing. Namun, siapapun tak akan menyangkal bahwa kegunaan dari hobby adalah pemuas kebutuhan afeksi manusia, alias memenuhi kebutuhan yang menyangkut ;perasaan;. Jadi, bukan hobby namanya klo ga bikin kita jadi senang dan melepas kestressan yang melanda.


Saya sendiri sangat menyadari dari bahaya yang mengintai dari Kucing, Penyakit Toksoplasma misalnya. Ya! setiap orang selalu memperingatkan saya tentang itu, oleh karena itu saya selalu berusaha untuk mencegah dan mengusahakan kebersihan untuk kucing-kucing saya agar terhindar dari penyakit. Maka dari itu, sekarang, disini, saya rasa tepat untuk memberi tahukan kepada siapa saja yang membutuhkan, sedikit tips yang saya kumpulkan dari berbagai rubrik pecintakucing maupun berdasarkan pengalaman pribadi, mengenai bagaimana merawat dan melatih kucing agar kucing kita sehat dan terpelihara dengan baik, diantaranya:

- Agar Kucing tidak buang kotoran sembarangan

- Cara memandikan Kucing

- Menghilangkan Kutu pada Kucing

- Memilih Makanan yang Tepat untuk Kucing

- Memberikan tindakan medis untuk Kucing


1. Agar Kucing tidak buang kotoran sembarangan

Melatih kucing buang air pada tempat yang disediakan adalah masalah mendunia. Semua pecintakucing pasti pernah mengalami masalah ini. Saya sendiri sudah mengalami jatuh bangun soal didikan buang air terhadap kucing. Namun akhirnya saya bisa berhasil memberikan 'pengarahan' buat si Kucing untuk 'poop' dengan tertib, caranya ?


UNTUK BAK PASIR, begini caranya:
1. Siapkan kotak besar bila kucingnya sudah dewasa, dan kotak kecil bila kucingnya masih anak-anak. Punya 1 kucing, berarti anda harus punya 1 kotak minimal. Dan punya 4 kucing, berarti anda harus punya 3 kotak lebih bak pasir. Dan bila punya 7 kucing, anda harus punya 5 lebih bak pasir. Anda tidak mau mereka antri buang air'kan? Lagi pula memiliki bak pasir banyak, anda bisa mengontrol dan mengecek pengeluaran mereka bila salah satu kucing memiliki masalah pencernaan.


2. Masukkan dalam bak atau kotak, pasir yang non-clay-clumping atau pasir yang tidak menggumpal. Kenapa? Soalnya pasir yang mudah menggumpal mengandung sodium bentonite yang apabila tertelan kucing, didalam usus pasir itu akan menggumpal dan sangat berbahaya. Tuangkan pasir kedalam kotak setebal 3 sampai 5 cm.


3. Taruh bak pasir pada tempat yang sudah dialasi kertas koran atau washable mat. Taruhlah di tempat yang tenang, tidak berisik, dan jauh dari tempat makannya namun mudah dijangkau kucing.


4. Cara mendidiknya adalah, biasanya kucing sehabis makan akan berlari ke bak pasirnya. Ini yang terjadi pada kucing saya. Pokoknya setelah 15 menit kucing habis makan atau sebelum makan, ambil kucing dan taruh di dalam bak pasirnya. Biarkan dia bingung kok saya ditaruh disini? Kalau dia pergi, taruh lagi di dalam bak pasir. Kalau kucing termasuk kucing pintar, dia akan mengerti sesaat setelah anda mengajarinya untuk menggaruk-garuk pasir. Kucing akan buang air.


5. Bila tidak, berarti kucing bukan tipe pintar dan harus ada yang memperlihatkan caranya dulu. Ini yang namanya copy-cat atau kucing si peniru. Lagi-lagi anda harus sabar melakukannya dan selalu waspada, setiap kucing menggaruk-garuk lantai berarti dia ingin buang air. Intinya disini adalah "pelan-pelan". Ambil kucing dan taruh dalam bak pasir. Terus seperti itu sampai kucing tidak tahan dan buang air didalam bak. Jangan membentaknya bila salah, apalagi dia lagi ada di bak pasir. Kucing mengira anda memarahinya karena ada di dalam bak pasir, dan kucing akan sulit buang air disana lagi karena memori yang tidak menyenangkan.


6. Setiap kucing buang air didalam bak, sayangi dia. Acara menyayangi setiap dia berbuat benar sangat berguna dan SANGAT cepat membuatnya mengerti.


7. Selalu bersihkan bak pasir kucing dengan membuang kotorannya setiap hari. Dan cuci bak tersebut minimal seminggu 2 kali dengan merendamnya lebih dulu menggunakan air panas. Kemudian cuci dengan cairan pemutih. Setelah itu barulah menggunakan disinkfektan atau ditergen, terus bilas sampai bersih dan jemur dibawah matahari atau dikeringkan langsung. Cara ini tidak merepotkan demi memberantas toxoplasma.


8. Sekali anda menemukan posisi tempat bak pasir dan kucing sudah mengenalnya, jangan memindahkannya lagi. Ini terjadi pada saya, dan kucing kebingungan dan akhirnya buang air sembarangan. My cats so dumb!


UNTUK DI KAMAR MANDI, begini caranya:
1. Cara supaya kucing buang air dikamar mandi cukup mudah dan juga sulit. Bila sebelumnya kucing buang air di dalam bak, anda bisa menaruh bak kosong tersebut didalam kamar mandi. Dan setiap kucing menggaruk-garuk lantai, anda bisa membawanya tanpa buru-buru kedalam kamar mandi yang ada bak pasir yang dikenalnya. Kucing akan mencium bau bak dan buang air didekatnya. Selalu lakukan hal ini berulang kali sampai kucing akhirnya tidak tahan dan buang air disana. SELALU keluarkan kata-kata manis dan JANGAN keluarkan aura marah. Percaya deh, kucing bisa merasakannya dan dia akan kabur takut dimarahi.


2. Bila ingin kucing langsung buang air dikamar mandi, pertama adalah anda harus membuatnya terbiasa didalam kamar mandi. Kucing takut air sudah pasti, suara air menetes atau lantai yang basah bisa membuatnya panik, apalagi kalau kucing yang benci air dimandikannya di kamar mandi, dia semakin ketakutan kalau tidak biasa. Tapi kucing tidak selamanya penakut, dengan setiap hari anda membawanya kekamar mandi, kucing bahkan akan bernyanyi dikamar mandi dan main masuk saja kedalam untuk buang air tidak peduli kalau anda sedang mandi. Kunci disini yaitu kewaspadaan dan kesinggapan anda setiap kucing menggaruk-garuk lantai atau bersiap buang air. Jangan lengah dan selalu bawa kucing kekamar mandi.


3. Intinya hanyalah menaruh kegiatan berulang di memori kucing.



2. Cara Memandikan Kucing

1. Pertama adalah siapkan alat-alat yang diperlukan. Jangan sampai baru repot mencari handuk saat kucing sudah selesai dimandikan. Siapkanlah:
- Kapas
- Satu atau dua buah handuk kering sedang atau besar
- Shampoo/shampoo berkondisioner khusus kucing
- Kondisioner terpisah khusus kucing (jika ada)
- Sikat gigi atau sikat lembut lainnya
- Mangkuk besar
- Hairdryer biasa atau blower khusus hewan (pilih hairdryer yang tidak terlalu panas).
- Alas karet supaya kucing nggak kepleset atau kejedot (kalau ada)
dan tentunya bantuan orang lain kalau kucing tersebut bertenaga besar dan juga untuk jaga-jaga kalau kucing anda tiba-tiba menjadi kasar mencakar tangan atau loncat sana-sini karena ketakutan.



2. Alas karet taruh di lantai kamar mandi atau bak mandi kucing.3. Air yang digunakan bagusnya air hangat dibanding air dengan suhu ruangan, tapi kalau nggak bisa menyediakan air hangat nggak apa-apa. Hanya kucingnya pasti menggigil kedinginan dan sering terdapat kasus kucing akan kena flu atau frostbite jika mandinya terlalu lama.



4. Taruhlah shampoo khusus kucing pada mangkuk yang tadi sudah disiapkan lalu campur dengan air dan aduk sampai menyampur dan berbusa. Keuntungan memakai shampoo kayak gini selain irit juga bisa membuat busa yang menyeluruh di badan kucing.



5. Lalu taruhlah handuk dengan cara dilebarkan (untuk handuk medium) atau dilipat dua (untuk handuk besar). Kami tidak menyarankan handuk kecil.



6. Semua sudah siap. Ambil kucing anda, masukkan bola kapas di kedua telinganya untuk mencegah air masuk kedalam telinga yang bisa menyebabkan otitis.



7. Ada dua cara, kucing mau dimandikan dengan cara di rendam atau di guyur. (1) Taruhlah kucing didalam bak mandi yang berisi air hingga ke tengah perutnya. Pelan-pelan saja supaya kucing nggak merasa anda ingin membunuhnya. Sayangi kalau perlu dan ajak bicara. (2) Kucing yang mandinya dengan cara di guyur, taruh kucing tersebut didekat sumber anda mengambil air dan biarkan dulu beberapa detik sambil disayangi supaya dia bisa mikir, "o-ow! Mandi!!!". Kucing suka beringas jika mendengar suara air yang keluar melalui shower atau guyuran, cek suhunya dan jangan mengenai wajah kucing.



8. Bulu kucing sulit meresap air, saran saya jangan terlalu lama mengguyurnya dengan air sampai benar-benar basah lepek. Yang penting bulunya itu sudah tersentuh air. Pada tahap ini, shampoo yang tadi sudah dicampur air barulah dipakai. Shampoo tersebut pastinya bisa meresap hingga ke permukaan kulitnya. Usapkan campuran shampoo keseluruh tubuh kucing. Hindari wajah kucing dan hati-hati dibagian dagu jangan sampai kena mulutnya.



9. Pijat perlahan bulu yang kena campuran shampoo hingga berbusa. Kalau kurang air, tambahkan saja beberapa tetes air sampai berbusa. Beri pijatan di bagian bahu, tengkuk, dan tangannya. Kalau pijatan anda benar, kucing akan tenang dan bahkan seperti mengantuk.



10. Pijatan hingga berbusa ini dimulai dari belakang leher, kemudian ke punggung dan kepala, ke empat kakinya dan ke perutnya dan terakhir ke buntutnya. Hindari bagian wajah dan hati-hati pada bagian dagu.



11. Pada masalah seperti ringworm, anda bisa menyikat lembut kulit yang sebelumnya sudah di cukur. Pelan-pelan menyikatnya. Jangan gunakan sikat ini untuk menyikat bulu, bulu bisa kusut dan menggumpal saat pengeringan.



12. Habis ini jangan main guyur dengan air untuk dibilas. Memakai tangan, tekan bulu hingga busa berjatuhan kelantai. Cara ini untuk menghindari busa mengalir ke mata atau mulut dan juga untuk memudahkan pembilasan.



13. Lalu bilaslah sebersih mungkin. Gunakan teknik pemijatan untuk mencari tahu bagian mana yang masih berbusa atau licin. Gunakan air sebanyak mungkin agar kucing tidak kena jamur karena pembilasan yang tidak bersih, atau kulit kering karena shampoo yang tertinggal.



14. Ulangi pemakaian shampoo untuk yang kedua kalinya dengan cara yang sama hingga pembilasan. Pemakaian shampoo yang kedua kalinya ini membuat bulu lebih lembut dan bulu juga mudah menerima kandungan baik shampoo disamping kulit juga lebih mendapat nutrisi.



15. Pengulangan shampoo yang ke 2xnya untuk masalah seperti pemakaian shampoo antikutu atau anti jamur, biarkan 10-15 menit dulu sebelum pembilasan terakhir. Kemudian bilas dengan sempurna menggunakan air bersih.



16. Peras bulu yang panjang atau gunakan spons mandi yang bisa menyerap air dengan baik.



17. Taruh kucing pada handuk yang sudah disediakan. Keringkan air yang tersisa dengan handuk dengan cara menekan-nekan bulunya bukan dengan menggosoknya. Penggosokan bisa merusak akar rambut.



18. Pakaikan handuk kering lagi jika anda menyediakan handuk kedua sebelumnya.



19. Sesi terakhir adalah pengeringan. Anda bisa menggunakan hairdryer untuk pengeringan. JANGAN DISISIR SAMPAI BULU KERING BETUL. JANGAN DISISIR SAMPAI BULU KERING BETUL. JANGAN DISISIR SAMPAI BULU KERING BETUL. Ada yang mengatakan saat pengeringan bulu disisir untuk mempercepat proses pengeringan, well, bisa saja kalau anda mau bulu kucing jadi botak! Penyisiran bulu mati lebih baik dilakuan saat bulu sudah kering betul.



19. Usai bulu kering sempurna, sisirlah memakai sisir khusus grooming bukan sisir kutu. Pakaikan bedak biar semakin wangi. Cara memakai bedak cukup taruh bedak di tapak tangan anda, usap-usapkan di tangan anda, dan barulah usapkan ke bulu kucing secukupnya saja. Untuk parfum khusus kucing bentuk spray, semprotkan sedikit parfum ke tapak tangan anda dan gosok beberapa kali di tangan barulah usapkan ke bulu kucing secukupnya saja.



20. Selesai. Jangan lupa kasih pujian ke kucingnya yang udah manis mau diajak mandi.



21. Bila usai pemandian ada gejala keracunan karena anda memakai shampoo atau obat yang mengandung Amitraz, Permethrin, Organophosphates, atau piperonyl butoxide, segera lakukan pertolongan pertama dengan meminumkan air sebanyak-banyaknya atau susu cair fullcream, dan segera bawa ke dokter hewan.



3. Menghilangkan Kutu pada Kucing

Ada banyak cara untuk membasmi kutu di badan kucing. Pastinya semua obat ini adalah obat topikal, yaitu obat yang dipakai diluar tubuh bukan obat minum walaupun ada diantaranya adalah obat oral. Contoh obat ini adalah:


1. OBAT TETES

Obat tetes kutu dijual bebas di petshop di kota anda. Obat tetes ini dipakai di leher belakang kucing. Ada banyak jenis dan merk obat tetes di Indonesia, diantaranya adalah Frontline Plus, Frontline Top Spot, Revolution, dsbnya.


2. SPRAY ANTI KUTU

Spray anti kutu bisa didapat di petshop-petshop besar dengan harga lumayan menengah keatas. Obat ini berada dalam botol spray semprot dan harus digunakan penuh perhatian. Maksud obat semprot bukan berarti kucing sampai basah kuyup atau lepek disemprot, itu sangat berbahaya. Baca aturan pakai dan cara menyemprot pada kemasan. Jangan menyemprot langsung ke wajah, mata, kemaluan, dan mulut kucing.


3. OBAT RENDAM

Say NO to AMITRAZ!! Amitraz adalah obat mematikan untuk kucing. Sudah banyak kucing yang kurang dari 8 jam langsung mati karena pestisida untuk anjing dan babi ini. Ingat, apa yang bisa buat anjing bukan berarti bisa juga buat kucing, KUCING BUKAN ANJING KECIL dan ANJING KECIL BUKAN KUCING! My god!! Selalu bilas dan bilas bila memakai obat rendam walau di kemasan mengatakan jangan dibilas. Jangan sampai terkena mata dan masuk kedalam saluran telinga. Pastikan dikamar mandi ada kipas ventilasi kalau mau merendamnya di kamar mandi. Baca aturan pakai pada kemasan. Bila aturan pakai tersebut hanya dijelaskan sama pelayan toko petshop, lebih baik anda balik ke rumah atau ke warnet dan cari data terhadap produk yang ditunjukkan pelayan toko tadi. Trust me jangan menelan bulat-bulat nasihat mereka, kunyah dulu dengan cara mencari data akurat.


4. SHAMPOO

Shampoo kutu untuk kucing adalah Machiko (dibeli di petshop besar/klinik dokter hewan), PPP (Professional Pet Product), Hartz, dan merk lainnya yang aman untuk kucing. Baca aturan dan peringatan pakai dengan disiplin. Biarkan shampoo yang berbusa di badan kucing selama kurang lebih 10-15 menit. Jangan sampai kucing kedinginan dan terkena frostbite. Pakailah shampoo kucing yang mengandung pyrethrin.


5. KALUNG ANTI-KUTU

Kalung anti kutu ada di petshop mana-mana. Lagi, jangan membeli kalung anti kutu yang mengandung Amitraz, permethrin, atau organophospate. Pemakaian kalung anti-kutu ini jangan sampai mencekik leher kucing. Sisakan setidaknya ruang dimana anda bisa memasukkan 2 jari anda antara leher kucing dengan kalung. Karena banyak kekurangannya seperti kalung akan menjadi tidak berguna apabila basah, rusak, dan sebagainya, gunakan cara lain yang lebih efektif seperti memandikannya, memberikan obat tetes, atau memakaikan bedak.


6. BEDAK (POWDER)

Bedak yang khusus untuk membasmi kutu kucing. Tersedia di semua petshop yang menjual keperluan kucing dengan harga beragam. Pengalaman saya memberikan kucing dengan bedak bergambar anjing tapi mbak petshop bilang boleh buat kucing, kucing saya ternyata mengeluarkan air liur berlebihan.


7. SISIR KUTU

Sisir kutu atau kata orang Jakarta sisir serit, adalah sisir rapat terbuat dari besi atau bahan kokoh yang khusus untuk mencari kutu dewasa. Sisir kutu ini dijual bebas di pesthop dengan harga dimulai dari 20.000 hingga 1 juta Rupiah, hah, ada berliannya kali ya? Sisir kutu adalah cara teraman dalam membunuh kutu. Kekurangannya hanya satu, lama, cara ini adalah cara jaman dulu yaitu mencarinya satu-satu. Jangan sekali-kali membunuh kutu dengan menekannya langsung di kuku anda, gunakan kertas yang dilipat kemudian taruh kutu didalam lipatan dan barulah anda tekan dengan kuku diluar kertas. Atau dengan menaruh kutu kedalam cairan detergen. Kucing yang punya penyakit Flea Bite Hypersensitivity tidak efektif pengobatannya memakai cara ini.



4. Memilih Makanan yang Tepat untuk Kucing

1. Kucing adalah karnivora yang artinya ia membutuhkan sumber kandungan hewani seperti daging, ikan atau yam dalam makanan mereka. Tak ada sayuran yang terbaik untuk kucing, tanpa sumber hewani pada makanan mereka, mereka akankekurangan nutrisi dan dapat membahayakan kehidupan mereka.


2. Kalau kamu ingin memberikan makanan kucing berupa makanan kaleng, boleh saja. Tapi, kamu harus memilih dan menyesuaikan dengan umur si kucing. Kalau kucing kamu masih kecil, berilah makanan untuk kucing yang kecil dan sebaliknya. Untuk kucing yang mempunyai keberatan badan, berilah makanan rendah kalori.


3. Ada beberapa jenis makanan kucing yang tersedia: kering, setengah basah, dan kaleng. Air baru harus selalu tersedia. Jangan terlalu banyak memberi kucing susu, karena akan menyebabkan diare pada kucing.



5. Memberikan Tindakan Medis untuk Kucing

1. Kucing sebaiknya dievaluasi secara rutin oleh dokter hewan yang sudah biasa dengan spesies ini. Kucing juga punya berbagai penyakit yang sama dengan manusia seperti: kanker, ginjal, paru-paru. Kucing juga sering terkena parasit, oleh karena itu kita harus merawat kucing, jangan biarkan kucing terlalu lama di luar rumah. Biasakan kucing menggosok gigi memakai pasta gigi kucing, agar giginya selalu sehat.


2. Umumnya, disarankan untuk mensterilkan kucing. Biasanya ini disebut spay/steril untuk betina dan castrated/kebiri untuk jantan. Pemilik kucing yang tertarik akan hal ini harus konsultasi ke dokter hewan pada saat pertama kali pemeriksaan dan vaksinasi. Ada beberapa penyakit kucing yang mendapat vaksinasi. Namun perlu diketahui bahwa harga untuk mensterillkan juga vaksinasi untuk kucing, lumayan mahal, ya sekitar 200-500 ribu rupiah...tapi worthed lah untuk menghasilkan kucing yang sehat dan lingkungan termasuk kita juga sehat, iya ga?


3. Penting bagi pemilik kucing untuk mengerti bahwa kucing sangat sensitif terhadap beberapa obat dan produk dalam rumah. Kucing tidak bisa memetabolisme aspirin. Acetaminophen(yang ada di Tylenol) akan membunuh kucing dan percenaannya dalam keadaan darurat. Yang terbaik adalah tidak memakai produk yang diragukan di sekitar kucing sampai anda telah mengeceknya dengan authority. Juga kucing sering makan tanaman, sebagian dapat beracun bagi kucing. Jadi lebih baik memberi mereka sprouteed feed oats untuk cemilan pada waktu mereka lagi mau merumput.


Dan kapan harus kedokter hewan?


KEDOKTER SAAT ITU JUGA APABILA KUCING...


- Tidak ada denyut nadi dan detak jantung
- Tidak bernafas atau sulit bernafas
- Biru atau pucat pada gusi dan lidah
- Tenggelam


Mengalami kecelakaan, termasuk:
- Patah tulang atau luka dalam yang memperlihatkan tulang
- Pendarahan yang tidak bisa dihentikan
- Mata mencuat keluar, atau kemasukan benda yang membahayakan seperti mata kail
- Perkelahian parah, dengan kucing atau hewan liar besar yang tidak di vaksinasi
- Terkena tembakan peluru atau panah
- Tertabrak mobil, motor, dan benda-benda yang bergerak cepat hingga trauma
- Luka tusukan pada perut dan dada
- Trauma pada kepala seperti terbentur, jatuh, geledak, dan sebagainya.
- Digigit ular, kalajengking, laba-laba beracun, atau kucing habis menggigit katak/kodok.
- Tertelan benda tajam
- Terkena serangan landak pada mulut, badan, dan wajah
- Patah gigi pada gigi yang sehat (simpan gigi yang patah untuk dilihat dokter)
- Terjatuh akibat terjun dari pelukan, jendela, balkon, dan sebagainya.
- Luka koyak hingga kulit menganga
- Pembengkakan pada wajah


Mengalami serangan panas atau dingin akibat dari:
- Sengatan listrik
- Luka bakar atau menghirup asapnya
- Hypertermia lebih dari 40°C
- Kedinginan atau hypothermia


Mengalami masalah pencernaan, seperti:
- Selalu mengejan dan tidak bisa mengeluarkan poop/konstipasi
- Tersedak
- Muntah darah atau terus muntah
- Menelan benda asing seperti jarum, benang, mainan, dsbnya.
- Diare dengan darah, bau aneh, dan terus-terusan.
- Anus menonjol keluar atau berdarah
- Obat yang over dosis atau kemungkinan keracunan


Mengalami masalah sistem saraf dan otot:
- Serangan jantung
- Depresi, tidak sadarkan diri, roboh, atau koma
- Berjalan berputar, membenturkan diri, menggelengkan atau memiringkan kepala, mata bergerak tidak beraturan, tidak mampu berdiri, dan masalah gerakan lainnya.
- Rasa sakit yang terus-terusan
- Anggota badan yang tiba-tiba tidak bisa digerakkan atau tidak kuat untuk menggerakkannya sendiri


Mengalami masalah reproduksi dan pengeluaran, seperti:
- Sulit melahirkan: sudah 24 jam tapi bayi tidak lahir; 1 jam setelah ketuban pecah bayi kucing belum keluar; pendarahan pada vagina kucing; lemah.
- Terus berusaha untuk kencing tapi air kencing tidak keluar
- Kucing jantan yang terus menjilati kemaluannya
- Pendarahan pada daerah kemaluan


SEGERA KE DOKTER PADA HARI YANG SAMA BILA KUCING...


- Mengalami kesulitan bernafas, nafas yang cepat padahal tidak sedang bermain atau berlari
- Bersin dan batuk terus-terusan (Bukan penyakit tapi gejala dari penyakit)
- Tidak makan dan minum lebih dari 24 jam
- Muntah atau diare lebih dari 24 jam dan lemah
- Minum air berlebihan padahal tidak melakukan aktivitas (gejala diabetes)
- Menjerit kesakitan apabila disentuh badannya
- Mata yang buram, juling, atau tiba-tiba tidak bisa melihat
- Tiba-tiba pincang
- Puting susu calon induk atau induk mudah luka dan ada titik merah kecil-kecil
- Mimisan pada hidung tiba-tiba, mudah bengkak, dan ada bintik merah pada kulit
- Kulit terdapat belatung-belatung
- Pembengkakan tidak biasa, merah, dan panas bila disentuh
- Pembengkakan pada biji kemaluan atau scrotum (kantung pelir)


SEGERA KEDOKTER DALAM 24 JAM APABILA KUCING...


- Tidak mau makan, tapi tidak menunjukkan gejala sakit
- Muntah hingga 3 kali, tanpa sakit di perut dan tidak ada darah
- Mulut amat bau
- Pengurangan berat badan drastis
- Air ludah keluar terus-terusan
- Lemas lebih dari 24 jam
- Pembengkakan pada lipatan tubuh
- Tidak bertenaga, tidur berlebihan, tidak mau diajak bermain atau latihan
- Bulu bau, gatal-gatal
- Mata tidak fokus


Anda mungkin telah memberikan makanan termahal didunia, rumah seperti istana di Inggris, dan pakaian mewah yang ada berliannya, Dan anda hanya fokus kepada "pemberian termahal saja", namun kadang anda melupakan hal yang tidak kalah penting, yaitu kesehatan emosi kucing. Emosi ini sangat bisa menimbulkan penyakit. Kucing depresi akan memicu pertumbuhan hormon yang mengeluarkan racun hingga merusak organ pencernaan dan endokrin. Kita sehat, kucing yang bisa merasakan aura yang merawatnya bisa ikut sehat juga. Jangan sampai kita stress, kucing yang bisa merasakannya juga ikutan stress.


Well, SEMOGA BERMANFAAT ;))

Read More......