Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 April 2010

Alasan Mengapa Rasulullah Sangat Menyukai Kucing (Info Penting Seputar Kucing)

Banyak kisah-kisah tentang kucing (karena kucing memang binatang yang banyak berkeliaran disekitar manusia). Bahkan Rasul juga memiliki kucing peliharaan. Setiap Rasul menerima tamu di rumah, Rasul SELALU ngegendong Mueeza (nama kucingnya) dan diletakkan dipahanya. Rasul bahkan berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan layaknya menyanyangi keluarga sendiri.

Salah satu sifat Mueeza yang paling Rasul sukai:
‘Mueeza selalu mengeong ketika mendengar azan, seolah-olah ngeongnya seperti ngikutin lantunan suara adzan‘

Terus, pernah juga saat Rasul mau mengambil jubahnya, eh.. ada Muezza lagi bobo diatasnya.. Rasul pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya, tujuannya supaya gak ngebangunin Muezza.

Pas Rasul pulang ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk kepada majikannya. Sebagai balasan, Rasul menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan kucing itu.

Rasul menekankan di beberapa hadisnya bahwa kucing itu tidaklah najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci.

Lantas kenapa Rasulullah Saw yang buta baca-tulis, berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Rasul mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?

Fakta-fakta ilmiah keistimewaan pada KUCING

Fakta pertama: Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.

Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya.

Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar dapat membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.

Fakta kedua: Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dari berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor.

Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan.
Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.

Hasil yang didapatkan adalah:

1. Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang.
2. Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.
3. Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.
4. Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.
5. Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.

Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium, menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.

Fakta ketiga: Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih dari manusia.

Bahkan di zaman dahulu kucing dipakai untuk terapi. Dengkuran kucing yang 50Hz baik buat kesehatan, selain itu mengelus kucing juga bisa menurunkan tingkat stress
Komentar Para Dokter yang Bergelut dalam Bidang Kuman

Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing. Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.

Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing, selanjutnya manusia 1/4 anjing, sedangkan kucing 1/2 manusia. Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme.

Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll). Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekat dengan air. Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.

Sisa makanan kucing hukumnya suci
Hadis Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu.
Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.

Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.”

Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?”

Ia menjawab, “Ya.”

Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Rasul SAW prnh bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),”. (HR At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Rasul Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah.

Lalu, beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.”

Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Rasul menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Rasul berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.

Rasul ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”

Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya.

Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur. Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya.

Rasulullah Saw bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing. (HR AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni)

Hadis ini diriwayatkan Malik, Ahmad, dan Imam hadis yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya suci.

Lihat begitu luar biasanya kucing itu, bahkan sampe jadi hewan peliharaan kesayangan Rasul. Namun sayangnya banyak sekali dari kita yang berpandangan negatif seputar binatang ini, ada yang mengatakan kucing dapat menyebabkan asma karena bulu-bulunya, ada juga yang bilang kucing terinfeksi toxoplasma.

Padahal kalau teliti lebih lanjut, toxoplasma itu adalah sejenis bakteri yang dapat hidup dibinatang apa saja. Catatan dalam penelitian ilmiah para peneliti, Anjing dan Babi adalah rekor terbanyak hewan yang mengandung penyakit ini. Tapi kenapa, justru kucinglah yang dijadikan kambing hitamnya?

Toxoplasma berasal dari infeksi parasit Toxoplasma Gondii. Adapun penularannya pada manusia melalui empat cara yaitu:

1. Secara tidak sengaja memakan makanan yang tercemari parasit ini. Misalnya kita makan sayuran yang tidak dicuci bersih dan ternyata parasit toxo telah mencemarinya.
2. Memakan daging sapi, kambing, babi, ayam, babi atau anjing yang mengandung parasit toxo yang tidak dimasak dengan sempurna (matang).
3. Infeksi melalui placenta bayi dalam kandungan.
4. Seorang ibu hamil yang terinfeksi toxoplasma bisa menularkan parasit ini pada janin yang dikandungnya, penularan ini disebut penularan secara congenital.
5. Melalui transfusi darah, transplantasi organ dari seorang donor yang kebetulan menderita toxoplasmosis.

Toxoplasma bisa menyerang perempuan maupun laki-laki. Sesungguhnya tak hanya kucing yang bisa terinfeksi parasit Toxoplasma, karena semua hewan berdarah panas (unggas dan mamalia) sebenarnya juga bisa terinfeksi sebagai induk semang perantaranya (Intermediate host).

Parasit dari intermediate host dapat menular hanya jika kita MENGKONSUMSINYA. Bedanya dengan kucing, Toxoplasma menyelesaikan keseluruhan siklus hidupnya di usus halus kucing, dan akan dikeluarkan bersamaan dengan feces atau kotorannya.

Mungkin karena alasan inilah maka kucing menjadi tersangka utama toxoplasma bagi sebagian kita. Sementara sapi, kambing, ayam, anjing dan hewan lainnya tidak, meski sama-sama punya “bibit” Toxoplasma di tubuhnya.

Tips untuk Menghindari Toxoplasma:

1. Sediakan pasir atau tempat kotoran untuk kucing dan sebaiknya dibersihkan setiap hari. Nah kita juga harus rajin bersih-bersih, lagian kucing kalau mau pup dipasir SELALU dikubur, karena kucing itu sendiri adalah hewan yang pemalu. Malah sebenarnya kalau gak ada pasir atau tanah, kucing akan menahan pup sekuat tenaga, kalau bener-bener udah gak tahan, terpaksanya pup di pojokan. Makanya sediakanlah lahan pasir buat kucing
2. Cegahlah kucing agar tidak berburu tikus, burung, lalat dan kecoa (kasih makan makanan yang bersih, matang dan layak).
3. Jangan memberi makan hewan peliharaan dengan daging, jeroan, tulang dan susu mentah, sebelum di masaklah terlebih dahulu.
4. Setelah mencuci daging mentah sebaiknya cuci tangan dengan sabun agar tak ada parasit yang tertinggal di tangan.
5. Cucilah tangan dengan sabun setiap kali hendak makan.
6. Hindari memakan daging mentah atau setengah matang. Makanlah daging yang benar-benar telah dimasak sampai matang.
7. Cuci bersih sayur-mayur dan buah-buahan yang hendak dikonsumsi mentah sebelum dimakan (dilalap).
8. Untuk ibu-ibu hamil, sebaiknya tidak membersihkan tempat kotoran kucing ataupun mencuci daging ataupun jeroan selama masa kehamilan. Mintalah bantuan orang lain untuk mengerjakannya.
9. Untuk ibu-ibu yang berencana untuk hamil sebaiknya melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui ada tidaknya infeksi Toxoplasma.
10. Jika anda memelihara kucing, latihlah dari kecil kucing tersebut dengan membiasakan buang kotoran pada tempatnya.

Sedangkan khusus untuk ASMA, orang biasa mengait-ngaitkannya akibat dengan bulu-bulu kucing. Padahal belum tentu demikian.

Asma adalah suatu keadaan di mana saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan, penyempitan ini bersifat sementara. Penyakit ini salah satunya dikarenakan kelainan di paru atau di jantung yang bersifat keturunan (biasanya sejak kecil gejalanya sudah mulai tampak).

Khusus asma yang disebabkan kelainan di paru-paru saja, ada yang bersifat intrinsik (dalam tubuh sendiri), dan ekstrinsik baik psikosomatitik (dipacu beban psikis tertentu) maupun non-psikosomatitik – biasanya mirip penderita alergi (tak tahan atau salah tanggapan sistem imun). Dari analisa kemungkinan jenis dan penyebab sesak, tentulah yang bersifat ekstrinsik yang dapat sembuh dengan menghindari atau menetralisir pencetus timbulnya serangan asma.

Jadi orang yang kambuh asmanya itu bukan hanya karena bulu kucing, tetapi bisa juga karena debu, sesak dalam keramaian, stress, asap, serbuk bunga, udara dingin, olahraga, dll. Sebenarnya bulu kucing hanyalah menjadi PEMICU, sama seperti faktor-faktor yang lain.

Semoga tulisan ini bisa memberikan pengetahuan kepada kita semua seputar kucing...terutama para catlover dimana saja...(^_______^)

Read More......

Selasa, 23 September 2008

Ini Dia, KKN (yang) ga akan ditangkap KPK.

Sepintas saja kita mendengar kata “KKN” rasanya panas kuping kita, apalagi jika ditambah embel-embel pejabat yang melakukan praktek “KKN”, hummmffhhh bukan panas lagi, mendidih rasanya melihat kenyataan bahwa banyak hak warga miskin yang “termakan”(red: atau malah dimakan ya?) oleh mereka. Namun sekarang, apa jadinya jika Mahasiswa yang melakukan KKN ?!


Eiittsss, jangan dulu berpikir bahwa KKN “yang itu”, yang dijalani Mahasiswa. Jika iya, tak mungkin lah banyak perguruan tinggi yang malah mewajibkan mahasiswanya melakukan KKN ini.


Lalu apa sebenernya KKN yang sedang kita bicarakan ini ?!


Tampaknya sebagian dari pembaca udah mulai bisa menebak, KKN macam apa yang justru “menyehatkan” masyarakat, bukan yang “menyakitkan” bangsa ini.
Ya! KKN ini adalah Kuliah Kerja Nyata, dan saat ini untuk membedakan dengan istilah KKN yang Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, maka ditambahkanlah kata Mahasiswa di belakang istilah itu, maka jadilah KKNM (Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa).


Dari syntom mungkin sama, tapi sama sekali bukan sinonim, bahkan malah (mungkin) antonim. Yang satu bertujuan untuk kepentingan diri sendiri dan memperkaya materi diri sendiri yang jelas-jelas dengan cara yang picik, namun yang satu lagi malah bertujuan demi membangun masyarakat dan mencoba lebih memperkaya masyarakat, minimal dengan wawasan.
Program KKNM ini, merupakan suatu program yang berada di bawah Lembaga Pengadian Masyarakat masing-masing universitas. Namun bukan hanya keuntungan bagi masyarakat, mahasiswapun dilatih untuk mengaplikasikan ilmu yang didapatnya di bangku kuliah, di tengah masyarakat, mengabdi kepada masyarakat. Biasanya tempat yang dipilih adalah beberapa daerah yang masih terbelakang, atau memiliki masalah sosial masyarakat, agar lebih efektif. Waktu untuk melaksanakan KKNM inipun berlangsung selama minimal 2 bulan.


Selama 2 bulan tersebut, para mahasiswa peserta KKNM, akan melakukan survey terlebih dahulu terhadap keadaan lingkungan sekitar. Mulai dari pengenalan perangkat desa, babinsa, PKK, Karang Taruna, maupun para tokoh masyarakat setempat. Hendaknya para mahasiswa mengetahuinya untuk membuat gambaran deskriptif mengenai daerah tersebut.


Setelah memiliki data yang cukup, mulailah para mahasiswa terpelajar ini merancang program-program yang diharapkan mampu mengatasi beberapa masalah yang didapat selama proses penelitian. Dan yang ga kalah penting, program-program pengembangan tersebut diharapkan merupakan aplikasi teori yang didapatkan di bangku kuliah masing-masing.


Para mahasiswa kedokteran gigi biasanya melakukan kampanye kesehatan gigi atau penyuluhan kesehatan gigi di lingkungan masyarakat, sekolah, dll. Mahasiswa pertanian tak mau kalah dengan memberikan penyuluhan pertanian, begitu juga dengan mahasiswa dari fakultas yang lain. Fakultas Komunikasi misalnya, (red: contohnya penulis), bisa membuat program-program seperti pembuatan papan komunikasi, bekerja sama denga Karang Taruna untuk membuat buletin mingguan atau bulanan, dan bisa apa saja, yang bisa menunjang terlaksanakan komunikasi yang baik antar warga.


Pada awal dan akhir masa KKNM ini, para mahasiswa biasanya melakukan lokakarya guna mempresentasikan program-programnya di hadapan para perangkat desa (red: contohnya camat, lurahsekdes, dll. Bahkan jika beruntung Bupati pun bisa datang ke lokakarya ini).
Masa 2 bulan memang tidak cukup untuk membangun suatu daerah, tapi minimal ada penambahan wawasan atau ke depannya dapat memberikan rangsangan bagi pemerintah setempat untuk meneruskan program-program tersebut apabila dirasa bermanfaat.


Saya sendiri menulis artikel ini berdasarkan pengalaman pribadi. 2 tahun yang lalu saya mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa selama 2 bulan penuh. Saat itu saya ditempatkan di daerah Plered Cirebon, tepatnya di desa Sarabau. Bersama 17 orang mahasiswa lainnya, kami mencoba memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dan mencoba membuat program yang diharapkan bisa berkesinambungan atau dapat bertahan lama. Ya, realisasinya alhamdulillah tidak mengecewakan. Bahkan warga desa Sarabau sangat antusias dengan program-program yang kami laksanakan.


Ada sedikit kenang-kenangan saat saya dan teman-teman akan mengakhiri program KKNM di desa Sarabau, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, ketika kami menyerahkan Gapura/Batas Desa antara Desa Sarabau dengan desa Gamel, saat itu ada sebuah surat kabar harian lokal yang meliputnya. Berikut beritanya saya tampilkan, semoga bermanfaat.
(Silahkan perbesar gambar untuk melihat detail)



Ternyata memang waktu 2 bulan dirasakan sangat singkat, mengingat kebersamaan yang telah terjalin antara warga dengan mahasiswa juga antara mahasiswa peserta KKNM sudah dirasa sangat dekat. Maka, pada saat masa KKNM habis, bukan hanya meninggalkan air mata, namun juga sejuta kenangan yang tidak akan terlupakan :-) :-) :-) .

Read More......